Cara Mulai Belajar Trading Forex
Forex atau valas adalah suatu jenis perdagangan atau transaksi yang
memperdagangkan jenis mata uang suatu negara terhadap mata uang negara
lainnya. Proses perdagangan Forex berjalan selama 24 jam. Di dalam pasar
Forex, orang-orang membeli atau menjual mata uang. Prinsip perdagangan
cukup mirip dengan pasar lain pada umumnya, yaitu beli di harga rendah
dan jual di harga tinggi. Cukup sederhana, bukan?
6 Cara Memulai Trading Forex
Tujuan dari perdagangan Forex adalah memperkirakan arah perubahan harga,
sehingga Anda bisa memperoleh keuntungan dari selisih nilai jual dan
beli. Namun, belajar trading forex tidaklah semudah yang dibayangkan.
Hal ini terbukti dari kebanyakan orang yang baru belajar forex akan
cepat sekali mengalami kebangkrutan. Oleh karena itu, artikel ini akan
memberikan beberapa cara mulai belajar trading yang bisa dikuasai dalam
waktu singkat dan benar. Silakan perhatikan langkah-langkahnya:
Simak juga: Di Mana klien Indonesia Bisa Belajar Tentang Forex?
1. Cara Mulai Belajar Trading Dengan Membuat Akun Demo
Dengan akun demo, para newbie atau trader pemula akan bisa berlatih
melakukan trading forex dalam kondisi pasar yang sesungguhnya. Cara
mulai belajar trading dengan akun demo sangat direkomendasikan. Tentunya
karena dengan memakai akun demo, Anda tidak perlu mengeluarkan uang
sepeser pun. Anda juga tidak perlu takut kehilangan uang atau modal.
6 Cara Memulai Trading Forex
(Baca juga: Latihan Trading Forex Dengan Akun Demo)
Pada penerapannya, akun demo bisa menjadi sarana efektif untuk menguji
sistem trading yang Anda gunakan. Lagipula, Anda juga tidak rugi kalau
melakukan kesalahan. Cara membuat akun demo sangat mudah. Anda hanya
tinggal melakukan registrasi di broker forex yang tersedia untuk membuka
akun demo.
2. Download Metatrader
Setelah mendaftar akun demo, cara mulai belajar trading berikutnya
adalah mendownload platform trading. Metatrader merupakan platform yang
memungkinkan Anda untuk bertrading forex secara online. Semua broker
forex menyediakan MetaTrader yang bisa diunduh dan di-install secara
praktis. Dengan menggunakan MetaTrader, maka trading forex akan bisa
dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Software ini juga dilengkapi
dengan sejumlah tools dan fasilitas yang canggih untuk mempermudah
trader melakukan analisa.
Ada 2 cara mendapatkan Metatrader, yakni:
Melalui broker forex.
Melalui provider-nya, yakni MetaQuotes.
Untuk jenis Metatrader yang bisa Anda gunakan ada dua, yakni Metatrader 4
dan Metatrader 5. Keduanya sebenarnya memiliki tampilan antarmuka yang
hampir mirip, tapi MT5 memiliki fitur-fitur dan indikator yang lebih
lengkap serta fungsional dibandingkan MT4.
Beberapa broker forex yang menyediakan platform MT4 maupun MT5 antara
lain: Broker FBS, Broker XM, Exness, dan lain sebagainya.
3. Mengetahui Waktu Bertrading Forex
Anda tidak perlu khawatir kesulitan masuk dalam trading di malam hari
atau pagi hari. Pasalnya perdagangan forex bisa dilakukan 24 jam sehari,
selama 5 hari dalam seminggu. Ini berarti, peluang untuk mendapatkan
keuntungan bisa didapatkan kapan saja, tanpa perlu cemas bertabrakan
dengan jam kerja kantor atau waktu bersama keluarga. Namun, di sini yang
perlu Anda perhatikan adalah waktu trading forex terbagi menjadi
beberapa sesi, yakni Sesi Sydney (Australia), Sesi Tokyo (Asia), Sesi
London (Eropa), Sesi New York (Amerika).
Pertanyaanya, kapan waktu yang terbaik untuk masuk atau bertrading
forex? Ada 3 cara yang bisa Anda lakukan.
Pertama, Anda bisa menentukannya melalui gaya trading yang
digunakan. Jika bergaya agresif, Anda bisa masuk di trading sesi Overlap
Eropa dan Amerika. Kenapa? Karena sesi ini memiliki tingkat volatilitas
dan likuiditas yang tinggi, sehingga profitbisa didapatkan lebih cepat.
Sementara jika bertipe konservatif (suka main aman), Anda bisa memilih
masuk di sesi Asia yang volatilitas dan likuiditasnya lebih rendah. Cara
ini bisa diterapkan oleh Full Time Trader yang mendedikasikan waktunya
secara penuh untuk trading setiap harinya.
Kedua, Anda juga bisa menentukan waktu masuk trading yang
disesuaikan dengan kesibukan Anda sehari-hari. Bagi Part Time Trader,
atau orang yang memiliki kesibukan lain selain trading (karena bekerja
di kantor), Anda bisa masuk pada jam-jam tertentu setelah pulang
bekerja. Misal, jika Anda pulang bekerja pada sore hari, Anda bisa masuk
trading antara pukul 19:00 s/d 22:00.
Ketiga, waktu terbaik untuk trading bisa Anda pilih berdasarkan
peluang trading. Di sini, Anda bisa masuk di sesi apapun, bergantung
pada pergerakan harga terkini. Misalnya, jika Anda sedang menemukan
peluang pada pair EUR/USD dengan situasi fundamental yang mendukung pair
tersebut di sesi Eropa, maka Anda bisa masuk ke sesi Eropa. Sebaliknya,
jika yang sedang memancarkan sinyal adalah pair lain di sesi Asia, maka
Anda juga bisa masuk di sesi tersebut. Karena itu, cara ini lebih cocok
bagi Anda yang berkomitmen menjadi Full Time Trader.
Penjelasan di atas bisa Anda pahami dengan lebih cepat dalam infografi
berikut:
Infografi menentukan waktu trading forex
4. Belajar Memakai Indikator Teknikal
Cara mulai belajar trading selanjutnya adalah mempelajari indikator
teknikal. Indikator ini adalah sebuah instrumen penting yang bisa
memudahkan Anda untuk melakukan perhitungan matematis terkait harga,
volume dan minat pasar dalam trading. Indikator teknikal juga banyak
dipakai trader guna memetakan kondisi pasar saat ini dan memprediksi
arah pergerakan harga selanjutnya. Dalam penerapannya, indikator ini
juga bisa dipakai oleh semua trader, karena dapat diterapkan di semua
time frame dan cocok untuk menganalisa semua pair.
Cara Memulai Trading Forex
Pilihan indikator teknikal yang bisa digunakan ada dua, yaitu tipe
Overlay (grafik) dan tipe Oscillator (osilasi). Untuk bisa menggunakan
indikator, ada 3 hal yang bisa dilakukan.
Pertama, Anda bisa menyesuaikan saja setting indikator teknikal yang
sudah tersedia di platform trading. Misal Anda memakai Metatrader, Anda
bisa mengacu pada settingan default-nya. Sebaliknya, Anda juga bisa
mengubah parameter indikator teknikal tersebut secara manual.
Kedua, Anda juga bisa mengkombinasikan beberapa indikator teknikal
untuk digunakan. Tapi satu hal yang pasti, Anda harus berhati-hati dalam
menumpuk indikator tersebut. Jangan sampai terlalu banyak indikator
dipakai, sehingga berimbas pada pergerakan harga tidak bisa dibaca
dengan jelas.
Ketiga, jangan menerapkan indikator teknikal pada akun riil jika
Anda belum paham betul cara kegunaanya. Alangkah baiknya jika Anda
memakai pada akun demo sehingga memungkinkan Anda untuk melakukan trial
and error atau percobaan kapan saja.
5. Belajar Memakai Indikator Fundamental
Selain Indikator Teknikal, cara mulai belajar trading melalui indikator
fundamental juga tidak boleh Anda lupakan. Pada penerapannya, analisa
fundamental merupakan cara trader menganalisa pergerakan harga
berdasarkan data ekonomi, maupun berita-berita yang menjadi pusat
perhatian pelaku pasar.
Beda dengan analisa teknikal yang memantau grafik atau pola candlestick,
pada analisa fundamental, trader akan lebih mengamati data-data
ekonomi, contohnya jumlah pengangguran, inflasi, dan baik buruknya
prospek ekonomi suatu negara. Secara sederhana, jika prospek ekonomi
suatu negara bagus, hal tersebut bisa memicu penguatan nilai tukar mata
uang negara tersebut. Sebaliknya, jika prospek ekonominya memburuk, maka
nilai tukar mata uang negara tersebut akan melemah.
Namun, penafsiran mengenai prospek ekonomi yang berdampak pada mata uang
tetap tidak bisa dilakukan se-simple itu. Anda harus memahami bahwa ada
banyak faktor yang bermain dalam pergerakan mata uang. Selain itu,
rilis data tidak serta merta bisa menggerakkan suatu mata uang, karena
pasar juga memperhatikan gambaran besar dari situasi fundamental mata
uang yang bersangkutan. Untuk mendapatkan tips trading dengan analisa
fundamental, Anda bisa berkunjung ke artikel Cara Benar Menganalisis
Fundamental.
6. Belajar Menganalisa Candlestick
Cara mulai belajar trading yang tak kalah pentingnya yakni belajar
menganalisa candlestick. Banyak pemula yang masih bingung dalam
menerapkan analisa candlestick ini, dan apa dampaknya terhadap
pengambilan keputusan trading. Candlestick sendiri merupakan salah satu
jenis grafik harga (chart) berbentuk menyerupai lilin, yang dipakai
untuk membaca pergerakan harga di pasar forex.
6 Cara Memulai Trading Forex
(Baca juga: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat)
Tubuh candlestick terdiri atas dua bagian, yakni bagian tengah berbentuk
persegi panjang (body) dan garis tipis yang membentang di atas dan
bawahnya (shadow). Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat
menganalisa candlestick adalah melihat body dari candlestick tersebut.
Jika body-nya berwarna merah, maka itu mengindikasikan bearish.
Sementara, jika body-nya berwarna hijau, berarti mengindikasikan
bullish. Dari sini bisa dilihat bagaimana sebuah candlestick bisa
memberikan informasi penting yang dapat dipakai untuk menganalisa pasar.
7. Lakukan Transaksi Buy Dan Sell Yang Anda Yakini Bisa Profit
Kesalahan dalam melakukan open posisi (buy atau sell) bisa berimbas
bahaya pada akun trading kita. Dengan pemahaman yang baik tentang buy
dan sell, maka keputusan yang diambil dalam trading akan bisa lebih
terarah. Ada beberapa metode yang bisa diterapkan untuk melakukan open
posisi, salah satunya adalah follow the trend, trend is your friend
(ikutilah trend, karena trend adalah temanmu). Di sini yang bisa Anda
lakukan adalah mengidentifikasi trend yang sedang berlangsung, baik itu
secara fundamental atau teknikal. Kemudian tentukan apakah Anda akan
meng-hold posisi dalam jangka panjang atau sebaliknya.
Sebagai informasi tambahan, berbagai indikator seperti Parabolic SAR dan
Moving Average juga bisa Anda pakai untuk mengidentifikasi trend yang
sedang berlangsung.
8. Mampu Menerapkan Manajemen Risiko Dengan Baik
Tidak bisa dipungkiri bahwa trading merupakan jenis investasi yang
bersifat high risk, high return. Anda bisa mendapatkan keuntungan yang
besar, tapi juga bisa memperoleh kerugian besar. Oleh karena itu, cara
memulai belajar trading dengan melakukan manajemen risiko adalah hal
yang sangat penting. Seorang trader harus bisa memperhitungkan kerugian
potensial yang bisa terjadi, dan mengaturnya untuk mendapat keuntungan.
Cara Memulai Trading Forex
Dengan adanya penerapan risk management yang baik, akun Anda akan bisa
terselamatkan dari Margin Call, bahkan Loss/Drawdown yang fatal.
Artinya, manajemen risiko merupakan elemen yang terpenting dalam trading
untuk menghindarkan akun Anda dari kehancuran.
Pada penerapannya, risk management bisa Anda lakukan dengan cara
menentukan batas persentase risiko yang tepat per trading. Batas
toleransi risiko itu pun bermacam-macam. Ada trader yang menetapkan
toleransi risiko 2%-5%. Tapi ada juga yang hanya 1% saja per trading.
Semakin besar toleransi risiko yang Anda pasang, maka Anda memerlukan
persentase profit yang lebih besar pula untuk bisa kembali ke kondisi
semula atau breakeven. Karena itulah, banyak trader berpengalaman yang
merekomendasikan agar risiko per trade tidak lebih dari 2% Balance akun
Anda saat ini.
Kesimpulan
Itulah cara mulai belajar trading yang bisa Anda terapkan.
Kesimpulannya, pelajari teorinya secara sedikit demi sedikit dan
bertahap, kemudian perbanyak melakukan praktek dengan menggunakan akun
demo. Setelah itu pelajari setiap detail hasil yang bisa Anda dapatkan.
Seiring dengan trial and error yang dilakukan, pengalaman dan
pembelajaran yang Anda peroleh akan semakin bertambah. Pada akhirnya
strategi trading yang cocok dengan karakter Anda pun akan terbentuk
dengan sendirinya.
Baca selengkapnya di: https://www.seputarforex.com/artikel/cara-mulai-belajar-trading-forex-122374-31
Baca selengkapnya di: https://www.seputarforex.com/artikel/cara-mulai-belajar-trading-forex-122374-31
Post a Comment